Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS)
Tekan Angka Putus Sekolah, Kecamatan Kemiri Hadiri Rakor Penanganan ATS dan ABPS di Dindikbud Purworejo

By ADMIN 14 Jul 2026, 16:00:24 WIB Pemerintahan

Berita Terkait

Berita Populer

Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS)

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS)


PURWOREJO – Guna mempercepat penuntasan isu pendidikan di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS). Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada Selasa (14/7/2026) mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo.

Hadir mewakili Camat Kemiri dalam forum tersebut adalah Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Kecamatan Kemiri, Ibu P. Eko Winarni, S.IP. Rakor ini juga diikuti oleh perwakilan dari instansi lintas sektor terkait, camat atau perwakilan se-Kabupaten Purworejo, serta jajaran pemangku kebijakan pendidikan daerah.

Pemetaan Data dan Sinergi Lintas Sektor

Rapat koordinasi ini difokuskan pada sinkronisasi data ATS dan ABPS di masing-masing wilayah, serta merumuskan langkah intervensi yang konkret agar anak-anak yang putus sekolah dapat kembali mengenyam pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal (kesetaraan). Selain itu, dibahas pula strategi pencegahan bagi anak-anak yang dikategorikan berisiko tinggi putus sekolah akibat faktor ekonomi, sosial, maupun geografis.

Ditemui usai kegiatan, Kasi Pembangunan Kecamatan Kemiri, Ibu P. Eko Winarni, S.IP., menyampaikan bahwa Kecamatan Kemiri berkomitmen penuh untuk mendukung program pengentasan ATS dan ABPS ini melalui penguatan koordinasi di tingkat desa.

"Persoalan pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Hasil dari rakor di Dindikbud ini akan segera kami koordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah desa di wilayah Kemiri agar validasi data di lapangan semakin akurat, sehingga penanganannya bisa tepat sasaran," jelas P. Eko Winarni.

Mengembalikan Anak ke Bangku Sekolah

Dalam rakor tersebut ditekankan pentingnya pemanfaatan pembiayaan pendukung, seperti optimalisasi Dana Desa untuk penanganan bidang pendidikan, serta pemanfaatan program beasiswa yang disediakan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Kolaborasi antara pihak sekolah, pemerintah desa, dan kecamatan dinilai menjadi kunci utama dalam melakukan pendekatan persuasif kepada orang tua anak.

Dengan adanya komitmen bersama dalam rakor ini, diharapkan angka ATS dan ABPS di Kabupaten Purworejo, khususnya di wilayah Kecamatan Kemiri, dapat ditekan secara signifikan demi mewujudkan sumber daya manusia yang lebih unggul dan berkualitas.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment