▴ testing▴ - Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) kab Purworejo di Novotel Jogjakarta
- Peningkatan SDM Pemberdayaan Perempuan dan Sosialisasi SOP PPA
- Rapat Koordinasi Pimpinan Triwulan III tahun 2026 di Hotel Novotel Yogyakarta
- Verifikasi dan Validasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Rebug
- Pembinaan Disiplin dan Jiwa Korsa bagi anggota Korpri tahun 2026
- Mini Lokakarya Linsek Kemiri di Puskesmas Winong Kecamatan Kemiri
- Apel Luar Biasa dengan Penyerahan SK Kenaikan Pangkat dan Penyerahan SK Nomenklatur Jabatan Baru
- Pengaktifan Ulang TTE dan Sertifikat Elektronik ASN di Dinkominfo Purworejo
- Sosialisasi Musim Tanam 3 Tahun 2026 dan Rencana MT 1 TA 2026-2027
- Pembahasan Raperbup Pedoman Penyusunan Apbdes TA 2027 dan Pengelolaan Dana Transfer 2027
RAKOR Komitmen dan Dukungan Anggaran Dana Desa dalam Penanggulangan Penyakit ATM (AIDS-HIV, TBC dan Malaria) di Ruang Arahiwang
Camat Kemiri Hadiri Rakor Komitmen dan Dukungan Anggaran Dana Desa untuk Penanggulangan Penyakit ATM
Keterangan Gambar : RAKOR Komitmen dan Dukungan Anggaran Dana Desa dalam Penanggulangan Penyakit ATM (AIDS-HIV, TBC dan Malaria) di Ruang Arahiwang
KEMIRI – Camat Kemiri, Bambang Supriatno, S.Sos., hadir langsung mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Komitmen dan Dukungan Anggaran Dana Desa dalam Penanggulangan Penyakit ATM (AIDS-HIV, TBC, dan Malaria) yang digelar di Ruang Arahiwang Setda Kabupaten Purworejo pada Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Rakor ini diselenggarakan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah hingga pemerintah desa dalam mengalokasikan anggaran Dana Desa secara tepat target, sesuai dengan prioritas pencegahan dan penanganan sektor kesehatan berskala lokal desa.
Kehadiran Camat Kemiri, Bambang Supriatno, S.Sos., sebagai audiens menjadi bentuk pengawalan agar arahan strategis penanggulangan penyakit menular ATM dapat diteruskan dan diimplementasikan oleh seluruh pemerintah desa se-Kecamatan Kemiri.
Melalui rakor ini, diharapkan seluruh desa di wilayah Kecamatan Kemiri memiliki persepsi yang sama dalam menyusun perencanaan dan penganggaran desa yang inklusif untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat serta bebas dari ancaman AIDS-HIV, TBC, dan Malaria.



