▴ testing▴ - Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) kab Purworejo di Novotel Jogjakarta
- Peningkatan SDM Pemberdayaan Perempuan dan Sosialisasi SOP PPA
- Rapat Koordinasi Pimpinan Triwulan III tahun 2026 di Hotel Novotel Yogyakarta
- Verifikasi dan Validasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Rebug
- Pembinaan Disiplin dan Jiwa Korsa bagi anggota Korpri tahun 2026
- Mini Lokakarya Linsek Kemiri di Puskesmas Winong Kecamatan Kemiri
- Apel Luar Biasa dengan Penyerahan SK Kenaikan Pangkat dan Penyerahan SK Nomenklatur Jabatan Baru
- Pengaktifan Ulang TTE dan Sertifikat Elektronik ASN di Dinkominfo Purworejo
- Sosialisasi Musim Tanam 3 Tahun 2026 dan Rencana MT 1 TA 2026-2027
- Pembahasan Raperbup Pedoman Penyusunan Apbdes TA 2027 dan Pengelolaan Dana Transfer 2027
Rembug Stunting tahun 2026 dan MusrenbangDes RKPDes tahun 2027 Desa Winong
Kecamatan Kemiri Hadiri Rembug Stunting dan MusrenbangDes RKPDes Desa Winong

Keterangan Gambar : Rembug Stunting tahun 2026 dan MusrenbangDes RKPDes tahun 2027 Desa Winong
KEMIRI — Pemerintah Desa Winong menggelar kegiatan Rembug Stunting Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Planing Pembangunan Desa (MusrenbangDes) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 pada Kamis, 10 September 2026.
Hadir mewakili Camat Kemiri, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kecamatan Kemiri, Budi Setiawan, S.M., didampingi oleh Pendamping Desa, Janu.
Dalam sambutannya, Budi Setiawan menyampaikan pentingnya keterpaduan antara penanganan stunting dan perencanaan pembangunan desa secara berkelanjutan. Penanganan stunting harus tetap menjadi prioritas utama yang diintegrasikan secara cermat ke dalam dokumen RKPDes Tahun 2027.
"Penanganan stunting bukan sekadar program formalitas, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di Desa Winong. Oleh karena itu, usulan yang disusun dalam RKPDes 2027 harus benar-benar menyasar kebutuhan riil masyarakat," tegas Budi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Desa Winong, Pemerintah Kecamatan Kemiri, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus terjalin erat demi terwujudnya perencanaan desa yang transparan, akuntabel, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.



